Kaur, Bengkulu || Beritaantara2.online — Tata kelola keuangan dan pengelolaan aset daerah yang tertib, transparan, dan berorientasi hasil kini menjadi fondasi utama dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kaur. Sejak dipimpin oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kaur, Hendris, seluruh jajaran bekerja secara optimal menyusun langkah strategis guna memperkuat pondasi fiskal yang menopang seluruh pembangunan dan pelayanan publik.
Saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, Rabu (2/9/2026), Hendris.S.E, MM., menegaskan bahwa peningkatan pendapatan asli daerah bukan sekadar mengejar angka penerimaan, melainkan membangun kemandirian keuangan agar Pemerintah Kabupaten Kaur memiliki ruang gerak lebih luas membiayai program pembangunan yang merata serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tata kelola yang baik adalah pangkal dari segala peningkatan pendapatan; mulai dari pendataan yang akurat, pemutakhiran data objek dan subjek pajak secara berkelanjutan, hingga penyederhanaan proses layanan agar masyarakat semakin patuh dan mudah dalam memenuhi kewajiban.
Fokus utama pengelolaan tidak hanya tertuju pada intensifikasi pajak daerah seperti PBB-P2 dan pajak lainnya, tetapi juga ekstensifikasi potensi pendapatan yang selama ini belum tergali secara maksimal. Termasuk di dalamnya pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) agar lebih produktif, penataan retribusi pelayanan publik, serta penguatan kerja sama yang saling menguntungkan tanpa membebani masyarakat.
Setiap langkah yang diambil selalu berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, menjamin kepastian hukum sekaligus menjaga iklim usaha yang kondusif di Kabupaten Kaur. Tidak ada pemungutan yang melenceng dari aturan; seluruh peningkatan penerimaan lahir dari pengelolaan yang rapi, tertib administrasi, serta pengawasan yang ketat namun tetap humanis.
Sinergi dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terus diperkuat, karena optimalisasi pendapatan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas satu badan saja. BPKAD berperan sebagai koordinator sekaligus pengendali agar seluruh potensi yang ada di setiap sektor dapat dikelola secara terpadu dan tercatat dengan benar dalam APBD.
Hendris dan jajaran juga terus menyederhanakan alur pelayanan serta memperbaiki sistem informasi agar data pendapatan dan aset dapat terpantau secara akurat dan real-time. Keterbukaan informasi menjadi bagian dari komitmen agar masyarakat dapat melihat secara jelas bagaimana sumber daya daerah dikelola dan digunakan untuk kepentingan bersama.
Dengan kerja keras, kedisiplinan, dan tata kelola yang terus diperbaiki dari hari ke hari, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kaur bertekad menjadikan peningkatan PAD sebagai pondasi kokoh menuju Kaur yang mandiri, maju, dan sejahtera. Keberhasilan pengelolaan keuangan adalah cerminan kepercayaan masyarakat yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
(Okawa)