Kaur || Beritaantara2.online – Kasus tindak pidana kekerasan seksual yang dilakukan seorang ayah tiri terhadap anak tirinya sendiri di wilayah Kabupaten Kaur memicu kemarahan besar di kalangan masyarakat dan pejabat daerah. Kejahatan yang sangat memalukan dan melanggar norma agama serta kemanusiaan ini mendapat sorotan tajam dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kaur.
Januardi menyatakan kegeraman dan keterkejutannya saat dikonfirmasi awak media di kediamannya, Desa Coku Nau, Kecamatan Kaur Utara. Menurutnya, sangat ironis dan menyedihkan ketika figur yang seharusnya menjadi pelindung dan tempat berteduh justru berubah menjadi monster yang mencederai anak di bawah tanggung jawabnya.
"Saya sangat menyayangkan hal seperti ini bisa terjadi. Anak itu seharusnya dijaga, dilindungi, dan disayangi, malah diperlakukan tidak senonoh dan bertentangan dengan norma agama serta adat istiadat. Ini sangat memalukan," ujar Januardi dengan nada penuh emosi, Minggu (05/04/2026).
Politisi senior ini bahkan menegaskan bahwa jika masih berlaku hukum rimba, hukuman mati adalah konsekuensi mutlak yang pantas diterima oleh pelaku.
"Kalau masih ada hukum rimba, orang tua seperti ini seharusnya dihukum mati. Perbuatannya sudah sangat keji dan tidak bisa ditoleransi sama sekali," tegasnya.
Januardi memberikan dukungan penuh kepada jajaran Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Polres Kaur, untuk bekerja maksimal. Ia menuntut agar proses hukum berjalan cepat dan pelaku dijatuhi sanksi yang seberat-beratnya sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
"Saya mendukung penuh aparat. Harus dihukum seberat mungkin. Tidak ada kata maaf bagi orang seperti ini. Tindak dengan tegas, jangan pernah kasih ampun. Biar menjadi pelajaran bagi yang lain," seru Januardi.
Lebih jauh, Januardi memastikan bahwa lembaga legislatif yang dipimpinnya tidak akan tinggal diam. DPRD Kabupaten Kaur siap turun tangan dan mendampingi keluarga korban selama proses hukum berlangsung untuk memastikan hak-hak mereka terlindungi.
"DPRD Kaur siap mendampingi keluarga korban jika diperlukan. Kami pastikan mereka tidak sendirian dalam memperjuangkan keadilan," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Januardi juga meminta kepada seluruh insan pers dan media massa untuk tidak lengah. Ia berharap pemberitaan mengenai kasus ini terus dikawal hingga tuntas, sehingga tekanan publik tetap ada dan keadilan benar-benar bisa diraih setinggi-tingginya.
"Kepada seluruh rekan media, saya minta tolong terus dampingi dan kawal kasus ini sampai selesai. Jangan sampai ada kelengahan yang membuat pelaku lolos dari jerat hukum. Bantu korban mendapatkan keadilan yang nyata,".
Kasus pencabulan dan pemerkosaan oleh ayah tiri ini kini menjadi sorotan publik usai viral di media sosial, dan diharapkan segera mendapatkan putusan hukum yang adil dan berat pungkasnya. (Okawa)