Blitar Kota , beritaantara2.online
Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sekaligus refleksi satu tahun pemerintahan, Pemerintah Kota Blitar menggelar diskusi terbuka bertajuk “Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Kota Blitar, Antara Harapan, Realita, dan Tantangan 5 Tahun ke Depan” di Museum PETA, Minggu (1/3/2026) malam.
Kegiatan yang dikemas dalam konsep Ngopi Ramadan (Ngobrol Gagasan dan Opini Publik Inklusif) bersama Wali Kota Blitar itu dihadiri perwakilan kepala OPD, instansi, awak media, LSM, influencer, hingga tokoh masyarakat. Diskusi berlangsung hangat dan interaktif dengan berbagai masukan serta evaluasi yang disampaikan secara terbuka.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin yang akrab disapa Mas Ibin, menyampaikan apresiasi atas capaian satu tahun kepemimpinannya bersama jajaran perangkat daerah.
“Terima kasih untuk seluruh OPD dan instansi terkait.
Dalam satu tahun ini kita meraih 70 penghargaan. Saya didukung teman-teman OPD yang kapabel dalam tata kelola pemerintahan. Itu menjadi kebanggaan saya sebagai kepala daerah,” ujarnya kepada awak media usai kegiatan.
Menurutnya, berbagai penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran pemerintah daerah serta dukungan masyarakat. Ia menegaskan, capaian itu bukan menjadi titik akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan.
Dalam forum tersebut, sejumlah peserta juga menyoroti tantangan lima tahun ke depan, mulai dari penguatan ekonomi lokal, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel.
Mas Ibin menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang dialog publik sebagai bagian dari proses evaluasi dan perumusan kebijakan.
Ia berharap diskusi terbuka ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguat sinergi antara pemerintah, media, dan masyarakat demi mewujudkan pembangunan Kota Blitar yang berkelanjutan.
Namun demikian, ia mengakui kondisi fiskal daerah saat ini tengah menghadapi tantangan berat. Hampir 80 persen APBD Kota Blitar mengalami pemangkasan, sehingga berdampak pada sejumlah program dan layanan.
“Hampir 80 persen APBD kita dipangkas. Itu sangat berat bagi kami, sehingga banyak layanan yang nantinya terpaksa dikurangi,” tegasnya.
Ia mencontohkan, pada Ramadan tahun-tahun sebelumnya Pemkot Blitar rutin memberikan bingkisan bagi para pekerja. Tahun ini, program tersebut sementara ditiadakan. Selain itu, penerima bantuan beras Rastrada berkurang hingga separuh dari jumlah sebelumnya. Program yang langsung menyentuh masyarakat, seperti Karya Mas, juga mengalami pengurangan kuota hingga 50 persen.
Mas Ibin pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan akibat kebijakan penyesuaian anggaran tersebut. Ia menegaskan, langkah efisiensi dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi fiskal, sekaligus menjaga stabilitas keuangan daerah.
“Kami memahami ada harapan masyarakat yang belum bisa kami penuhi tahun ini. Untuk itu kami mohon pengertian.
Pemerintah akan tetap berupaya semaksimal mungkin agar pelayanan publik, terutama di sektor kesehatan, pendidikan, dan administrasi kependudukan, tetap berjalan dengan baik,” ujar Syauqul Muhibbin.
Ke depan, pihaknya akan memperkuat sinergi dengan DPRD, OPD, serta seluruh elemen masyarakat guna mencari solusi dan terobosan agar pembangunan tetap berjalan meski di tengah keterbatasan anggaran.
( marlin )